Penghasilan Istri Lebih Tinggi, Baik Buruknya Untuk Suami

penghasilan lebih

Pak kalo tidak keberatan saya boleh minta contoh perhitungan pelaporan pajak untuk karyawan yang mempunyai usaha sampingan dengan omset dibawah 4, 8 M dan omset di atas 4, 8M. Sebenernya ngga juga, justru PTKP membuat karyawan merasa “adil”, hehehe. Karena pajak atas penghasilan karyawan lebih tinggi, mulai dari 5% dan bersifat progresif. Sedangkan pengusaha UMKM hanya dikenai 0. 5% dan bersifat final. Untuk pph pribadi, harus diberikan data yang lebih spesifik mengenai perlakuan pajaknya sehubungan dgn cv tsb. jadi bentuknya deposit, saat ada transaksi maka memotong deposit dan ada fee utk penjual? Dan deposit ini sifatnya bisa ditarik jika berhenti menjadi penjual?

Nah kalo ini memang ada beberapa daerah yang mengenakan pajak utk kedai/warung untuk menggenjot pendapatan daerah. Misalnya jika beromset kurang dari Rp 60juta per tahun maka tidak dikenakan pajak daerah ini, jika lebih baru dikenakan. Perpajakan selama masih omset di bawah 4. 8M per tahun cukup 1% dari omset bulanan aja. Mesti dicari informasi nya ttg ketentuan utk itu di daerah mas.

Untuk agen seperti ini kan tidak ada stok dalam bentuk inventory dan agen berfungsi sebagai perantara. Karena itu omset agen dihitung dari margin yang diperoleh (harga jual – harga operator). Untuk saat ini posisi agen ini masih abu2 juga karena secara aturan tidak termasuk dalam usaha yg terkena pajak final 1%. Namun utk saat ini bisa dibayarkan saja pajak 1% dari margin tsb. Rp 54. 000. 000, – untuk istri yang penghasilannya digabung dengan penghasilan suami.

penghasilan lebih

Jika memang omset dibawah 4. 8M memang mau tidak mau terkena aturan pajak final 1% dari omset bulanan. Dan saat pelaporan pajak di SPT pribadi maka angka yg dimasukan adalah omset bulanan. Sy mempunyai usaha dibidang jasa service ac & mempunyai UD yg bekerjasama dengan perusahaan lain.

Jika cuma menjadi perantara, maka omset yang dicatet adalah yg dari Rupiah tsb. Jadi pajaknya dihitung dari total omset/fee atas jasa setiap bulannya. Kalau dilihat secara aturan memang harusnya sudah dibayarkan sejak awal usaha. Namun biasanya utk UKM tergantung dari aparat pajaknya aja. Harus dikonsultasikan dengan AR di KPP tempat NPWP Ibu terdaftar, bisa jd akan memperoleh dispensasi utk mulai dibayarkan sejak waktu sosialisasi. Iya pak, setau saya karena ini berkaitan dengan pajak daerah, jadinya kebijakan tersebut berbeda-beda tergantung daerahnya. Biasanya juga bergantung dgn jenis usahanya, tidak berlaku umum untuk semuanya.

Jika seperti itu maka pajaknya cukup 1% dari penghasilan yg 25juta saja. Sblmnya saya tanya dulu, utk bisnis jualan pulsa ini apakah pulsanya dibeli dulu sbg stok atau mas cuma menjadi perantara penjualan aja?

Seharusnya dilaporkan, apalagi jika jumlahnya signifikan. Utk laporan pajak 1% juga dilaporkan di SPT bagian penghasilan yg dikenakan pajak final. apakah ini berlaku juga untuk usaha online yang memberlakukan sistem dropship? dimana penjual tidak melakukan stock barang, tapi ketika ada pesanan akan meneruskan pesanan tersebut ke pihak penjual yang mempunyai stock barang tersebut.

Saya ada usaha konter pulsa lengkap dengan aksesoris dan handphone otomatis ada stok fisik dan stok virtual. Dengan omset perbuatan sekitar 75jtan, keuntungan bersih sekitar 6jt atau 10% dari omset. itu ngitung pajak nya 1% dari keuntungan atau dari omset Terimakasih.

keuntungan tentunya selisih harga yang sudah ditentukan. Untuk case bapak, di mana bapak sebagai karyawan dan memiliki usaha sampingan, maka perlu ditelaah lebih lanjut apakah usaha sampingan tersebut masuk dalam kriteria yang diatur dalam PP 46 tahun 2013.